|

Tim Dosen Prodi Biologi FMIPA UNTAD Kenalkan Biota Endemik Danau Lindu dalam Festival Danau Lindu 2026

Tim dosen Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (program mandiri) dalam rangkaian Festival Danau Lindu 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Pengenalan Biota Endemik Danau Lindu” ini dilaksanakan pada 23–25 Juli 2026 di kawasan Danau Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati, khususnya biota endemik yang terdapat di ekosistem Danau Lindu. Pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari kerja sama antara Program Studi Biologi FMIPA UNTAD dengan Yayasan Celebica, sebuah yayasan yang bergerak di bidang konservasi, melalui program Magang MBKM Mandiri.

Mengenalkan Kekayaan Hayati Danau Lindu kepada Masyarakat
Danau Lindu merupakan salah satu kawasan yang memiliki keunikan keanekaragaman hayati di Sulawesi Tengah. Keberadaan berbagai jenis organisme yang memiliki persebaran terbatas menjadikan Danau Lindu tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan konservasi yang tinggi.

Antusias pengunjung yang melihat langsung karakteristik biota endemik Danau Lindu

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen Prodi Biologi berupaya memperkenalkan kekayaan biota Danau Lindu secara lebih dekat kepada masyarakat dan pengunjung Festival Danau Lindu. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat yang berkunjung ke stand yang telah disiapkan oleh tim. Pengunjung diperkenalkan mengenai berbagai jenis biota endemik Danau Lindu beserta karakteristiknya, serta pentingnya menjaga keberadaan dan kelestarian biota tersebut. Pendekatan secara langsung ini diharapkan dapat membuat informasi mengenai keanekaragaman hayati tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan Danau Lindu.

Delapan Spesies Endemik Diperkenalkan
Tim memperkenalkan delapan spesies biota endemik Danau Lindu kepada masyarakat. Spesies-spesies tersebut terdiri atas:
1. Caridina linduensis
2. Oryzias bonneorum (ikan rono maradika)
3. Corbicula linduensis (kerang lindu)
4. Nomorhamphus versicolor (ikan Anasa)
5. Caridina dali
6. Oryzias sarasinorum (ikan rono lindu)
7. Parathelphusa linduensis (kepiting lindu)
8. Caridina kaili

Pengenalan status konservasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengunjung bahwa keberadaan biota endemik bukan sesuatu yang dapat dianggap biasa. Spesies dengan wilayah persebaran yang terbatas memiliki risiko lebih besar terhadap perubahan habitat, eksploitasi, pencemaran, maupun berbagai tekanan lingkungan lainnya.

Salah satu daya tarik utama stand pengabdian adalah penyajian enam spesies secara langsung melalui akuarium mini. Kehadiran spesimen hidup tersebut memberikan pengalaman edukasi yang berbeda bagi pengunjung. Masyarakat tidak hanya melihat gambar atau membaca informasi mengenai biota endemik, tetapi dapat mengamati secara langsung bentuk dan karakteristik organisme yang hidup di ekosistem Danau Lindu. Penggunaan akuarium mini juga menjadi sarana untuk menjelaskan berbagai karakteristik biota secara lebih komunikatif. Tim dosen memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai habitat, ciri-ciri, peranan ekologis, serta pentingnya menjaga kondisi lingkungan perairan sebagai habitat berbagai organisme tersebut. Interaksi langsung antara pengunjung dan tim pengabdian berlangsung secara informal dan edukatif. Pengunjung dapat mengajukan pertanyaan mengenai biota yang ditampilkan maupun kondisi lingkungan Danau Lindu secara umum.

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama antara Prodi Biologi FMIPA UNTAD dan Yayasan Celebica dalam program Magang MBKM Mandiri. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan MBKM tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar kelas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam konteks konservasi, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga konservasi menjadi penting untuk menjembatani pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan masyarakat. Dosen dan mahasiswa dapat berperan dalam menyampaikan informasi berbasis ilmu pengetahuan, sedangkan mitra konservasi memiliki pengalaman lapangan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan pengabdian dalam Festival Danau Lindu 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi tersebut.

Pelaksanaan kegiatan “Pengenalan Biota Endemik Danau Lindu” menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Tadulako dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Prodi Biologi sebagai bagian dari lingkungan akademik yang tidak hanya menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab persoalan lingkungan dan konservasi di Sulawesi Tengah.
Ke depan, kegiatan edukasi mengenai keanekaragaman hayati Danau Lindu diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, masyarakat, pemerintah, serta generasi muda.

Similar Posts